Loading...
Tampilkan postingan dengan label nonfiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nonfiksi. Tampilkan semua postingan

Menikah Sesuai Sunnah

Maret 25, 2022 Add Comment
Gambar pribadi
Judul buku : Di Jalan Dakwah Aku Menikah
Pengarang : Cahyadi Takariawan
Penerbit : PT Era Adicitra Intermedia
Edisi Revisi, 
Cetakan Pertama : Januari 2005
Cetakan Kedua : Juni 2005 
Cetakan Ketiga : Juli 2006
Cetakan Keempat : Desember 2008
Cetakan Kelima : Juli 2010
Cetakan Keenam : Maret 2013
Cetakan ketujuh : April 2016
Cetakan kedelapan : April 2018
Tebal Halaman : 223 halaman

Apa tujuan menikah bagimu? 

Terdapat banyak polemik seputar pernikahan dalam kehidupan. Entah yang sering muncul di media massa ataupun orang-orang di balik layar, mereka memiliki masalah sendiri-sendiri dan tentu saja cara mengatasinya pun tidaklah sama.

Mengerti tujuan dan tatanan dalam suatu pernikahan bisa mengurangi angka pertengkaran, KDRT bahkan perceraian yang berdampak pada psikologis anak, jika sudah punya. 

Dalam buku karya Cahyadi Takariawan ini akan membahas dan mengupas perihal apa saja yang harus dipersiapkan dan juga bagaimana proses menjelang pernikahan. Karena sering sekali kita jumpai di kalangan masyarakat, mereka menikah namun melakukan kegiatan yang tidak bersesuaian dengan sunnah kenabian disebabkan oleh ketidakmengertian. 

"Kesiapan adalah perpaduan harmonis antara pekerjaan akal, hati dan anggota tubuh. Tidaklah seorang dikatakan siap melakukan sesuatu sebelun akal, hati dan anggota tubuh menyatakan kesanggupan." 

Pada bab pertama menuntun pembaca agar dapat menentukan arah tujuan, untuk apa menikah dan pernikahannya akan dibawa ke mana. Mengoreksi diri apa saja yang sudah dipersiapkan sehingga merasa pantas untuk menyandang gelar sebagai suami atau istri.


"Anda akan gagal menikmati hidup jika dari awalnya telah memilih jalan yang salah."

Kutipan di atas tentu saja membuat bingung, bagaimana tidak, untuk mengetahui benar atau salah itu cukup rumit. Nah, pada bab kedua ini pembahasannya bikin pikiran terbuka luas. Kamu akan mengatakan "oh, gitu ya" . 

Bab ketiga mengulas tentang Perjanjian yang Kuat. Akad nikah bukan hanya sekedar ucapan formalitas yang mengesahkan hubungan suami istri saja. Namun akad adalah perjanjian sakral yang kokoh dan kuat. Oleh sebab itu prosesnya juga harus sesuai aturan agama islam yang berlaku. Seperti siapa yang akan menjadi wali, pelaksanaan akad nikah, mahar dalam pernikahan, walimah/pesta pernikahan yang diadakan akan seperti apa, apa yang dilakukan pengantin setelah walimah dan memilih tempat tinggal untuk melalui hari kemudian.


Pada bab keempat menerangkan secara detail apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada  saat mengadakan walimah. Mulai dari membahas undangan, bantuan, penataan acara, posisi pengantin, penampilannya, dekorasi, hidangan, hiburan dan perenungan pasutri.

Bab terakhir dalam buku ini adalah membahas tentang tahun pertama yang mendebarkan. Bahwa dua manusia yang belum pernah tinggal satu atap, tiba-tiba berbagi kamar, makanan dan sebagainya , pasti akan mengalami konflik batin. Pada bab ini terdapat cara agar pernikahan atau rumah tangga tetap sakinah dan penuh berkah, meski akan menguras emosi karena banyaknya perbedaan satu dengan yang lain.


■ Kelebihan buku 

Isinya sangat mencerahkan dan membuka pikiran. Cover buku di desain menarik, perpaduan kertas dan tulisan yang digunakan juga tidak membuat mata sakit. 


■ Kekurangan buku

Meski cover didesain menarik, namun isinya tidak ada gambar, sehingga bagi sebagian pembaca akan merasa bosan. 


Setelah baca buku ini rasanya saya pribadi tertampar. Rekomended banget, cowok cewek wajib baca sebelum melangsungkan pernikahan. Menikah itu butuh ilmu. Mari baca buku ini agar tercerahkan. Yuk belajar menjadi lebih baik!


#resensi

#nonfiksi

#tujuanmenikah




Jangan ngaku cantik kalau belum baca buku ini

Maret 06, 2022 4 Comments

Judul buku : Keakhwatan 1- 4
Pengarang : Cahyadi Takariawan, dkk.
Penerbit : Era Adicitra Intermedia
Edisi Revisi, Cetakan Pertama : Februari 2010
Cetakan Kedua : Maret 2011
Cetakan Ketiga : Oktober 2012
Cetakan Keempat : Desember 2014
Cetakan Kelima : April 2016
Cetakan Keenam : Maret 2018
Cetakan Ketujuh : Februari 2020
Tebal Halaman, Keakhwatan 1 : 247 hal
Keakhwatan 2 : 272 hal
Keakhwatan 3 : 133 hal
Keakhwatan 4 : 201 hal


Jangan ngaku cantik kalau belum baca buku Keakhwatan 1 - 4 ini. 


Keakhwatan 1

Seperti yang kita ketahui bahwa akhwat/perempuan memiliki tuntutan dalam segala bidang. Bukan hanya tentang fashion atau make up saja, mereka juga harus memiliki integritas yang tinggi. Sebagaimana Allah telah memberikan aturan untuk memuliakannya.

"Perempuan cantik, memang sebutannya. Menjadi  muslimah berdaya itu tujuannya."

 

Buku pertama membahas tentang tujuan tarbiah bagi akhwat muslimah,  kewajiban terhadap Tuhannya, dirinya sendiri, orang tua, anak dan suami juga masyarakat. 

□ Keakhwatan 2

Akhwat muslimah memiliki peran penting dalam dakwah, tidak ada keberhasilan dakwah tanpa melibatkan para akhwat. Setuju nggak, tuh?

Dalam buku kedua akan dibahas bagaimana dan apa saja yang perlu dipersiapkan bagi akhwat sebagai daiyah, mengetahui makna taat, cara berpakaian, mengenal aneka ragam perhiasan, etika interaksi laki-laki dan perempuan, ada beberapa kisah inspiratif keterlibatan sahabiyat di pentas kehidupan, perihal fikih darah bagi akhwat dan kerancuan pandang beberapa syariat.

Keakhwatan 3

Masih dalam, pentingnya tarbiyah bagi kehidupan baik akhwat maupun ikhwan. Buku ketiga ini berisi pembahasan seputar rumah tangga. Bersama tarbiyah tegaknya rumah tangga islam. 

Di buku ketiga ini, berisi beberapa karakter rumah tangga islami, apa saja yang perlu dipersiapkan bagi akhwat menjelang pernikahan, adapun munakahat, landasan interaksi suami istri dalam keluarga, hak-hak istri yang harus ditunaikan suami, dan juga perselisihan suami istri beserta pemecahannya.

Keakhwatan 4

Tarbiyah mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki tuntutan peran yang tidak sama. Maka diperlukan penguatan pada beberapa segi yang menjadi kekhasan mereka, sehingga potensi fitrah dan keimanan para akhwat semakin tumbuh dan berdaya.

Buku keempat membahas tentang urgensi tarbiyah ruhiyah, sholat fardu, puasa, zakat, haji ke baitullah, qiyamullail, doa, solawat atas nabi dan racun-racun hati yang menjadi penghambat proses tarbiyah ruhiyah.

Kekurangan 

Mungkin bagi sebagian orang ada yang tidak sependapat dengan pembahasan di buku keakhwatan ini. Perbedaan pendapat, gitu lah. Namanya juga orang. 

Ada beberapa istilah yang tidak dijelaskan secara detail.

Kelebihan

Sebagai acuan dan motivasi bagi para akhwat untuk mengenali fitrah dan keimanan agar semakin tumbuh dan berdaya.

Cover buku cukup manis, makin oke kalau di pegang dan dibaca para akhwat muslimah yang memang fitrahnya suka sama keindahan.

Buku ini bernilai taurits dan bernilai tathwir. Sangat cocok buat muslimah sebagai daiyah. Pembahasannya juga ringan dan mudah dipahami.


Buku ini belinya paketan ya, gak bisa satu aja. Buat teman-teman yang pengen punya juga, bisa cari di toko online. Baca buku ini, bakal bikin kamu cantik luar dalem (cantik fisik maupun hati), itu maksudnya. Hehe.

"Sebelum memoles wajah, poles dulu hatimu. "


#keakhwatan
#resensi
#nonfiksi


Tips Jitu Jadi Guru atau Siswa yang Asik

Februari 20, 2022 4 Comments


Judul Buku : Ketika Guru dan Siswa Saling 2ercermin.
Pengarang Buku : Husni Mubarak.
Penerbit Buku : PT Elex Media Komputindo.
Kota Terbit : Jakarta.
Tahun Terbit : 2017.
Tebal Buku : 182 halaman.


Tips Jitu Jadi Guru atau Siswa yang Asik

Buku ini sengaja dibuat untuk membantu pun memenuhi kebutuhan guru dan siswa, agar keduanya bisa berkesinambungan menjadi  sesuatu yang memang diharapkan dari masing-masing peran.

Buku terdapat dua bagian, bagian pertama mengupas bagaimana menjadi guru yang pantas digugu dan ditiru kepribadiannya serta selalu diharapkan mengisi hari-hari para siswa tanpa jemu. Bagian kedua, membahas tentang bagaimana peran siswa, agar menjadi kebanggaan, dicintai oleh sang guru dan pastinya bisa meraih kebermanfaatan ilmu sepanjang hayat.

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, peran guru sangatlah penting untuk kehidupan yang lebih baik dari suatu negara. Menjadi guru yang baik ternyata tidaklah mudah, kesabaran merupakan kunci utama dalam mendidik ataupun mengajarkan materi sesuai kurikulum yang berlaku.

Segala tindak tanduk sang guru menjadi tolak ukur keberhasilan siswa. Sebab pada kenyataannya, anak cenderung meniru dan mencontoh perilaku orang yang lebih dewasa. Guru hebat itu bukanlah yang menguasai bahan ajar dan selalu brilian menjawab pertanyaan siswa, tapi guru hebat adalah ia senantiasa sabar, dan mampu menyelesaikan segala permasalahan dalam pembelajaran yang berkaitan dengan siswa,  menggunakan tolak ukur tertentu yang penuh tanggungjawab. Bukan menyalahkan siswa dan mendoktrin mereka dalam hal negatif.

Siswa juga memiliki peran penting menuju peradaban yang gemilang. Sudah sepatutnya belajar dengan penuh kesaadaran bahwa mereka hanyalah anak yang perlu didikan. Mereka tidak hanya dituntut bisa menerima materi yang diajarkan tapi juga memperbaiki karakter agar lebih menjadi lebih baik dan kelak diterima di masyarakat sebagai manusia berguna.

Secara umum, buku ini berisi tuntunan menjadi seorang guru dan siswa sebagaimana mestinya. Bagaimana menghadapi siswa yang dikenal nakal? Atau bagaimana cara bersikap pada guru agar tidak menyakiti perasaannya?

Semuanya bermuara pada nasehat sederhana yang dikemas menjadi potongan-potongan cerita pendek. Dengan membaca buku ini, saya dapat merenungkan mana yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan saat menjadi tenaga pendidik di sekolah maupun di luar sekolah. Buku ini menjadi moodbooster untuk memperbaiki diri.

“Menyebut anak bodoh dan nakal, sama halnya mencaci dan menghina anak. Ucapan ini dapat menjatuhkan mental an harga diri anak, mereka akan merasa sebagai anak yang tidak berguna, rendah dan tidak punya kemampuan apapun. Dalam jangka panjang, perasaan ini dapat berakibat pada hilangnya kepercayaan diri, ketidakmampuan dalam mengembangkan potensi dan selamanya menilai dirinya lemah” 

Di atas merupakan salah satu kutipan dari sang penulis, dan itu menjadi cambukan supaya senatiasa menjaga lisan juga hati, melapangkan sabar meski si anak menjengkelkan kuadrat. 

Saya sarankan teman-teman para guru ataupun yang berstatus siswa membaca buku ini, untuk merefleksi diri supaya berkeinginan kuat memperbaiki kesalahan menjadi lebih baik lagi. Menjadi lakon dalam peran masing-masing sebagaimana mestinya, seperti yang diharapkan satu sama lain.


Kelebihan Buku

Bisa menjadi acuan para guru untuk memperbaiki metode pembelajaran agar tidak membosankan, dan merubah kesalahan supaya tidak terulang kedua kalinya.

Menjadi tips para siswa agar menjadi siswa yang asik penuh spirit.

Bahasa buku ini mudah sekali dipahami, banyak kata-kata motivasi. 


Kekurangan Buku

Tulisan pada buku ini berwarna biru tua dan menggunakan kertas koran  yang berwarna kekuningan. Buku ini tidak hitam putih, juga tidak terdapat gambar atau ilustrasi, sehingga bagi pembaca penggemar komik, tentu sangat membosankan. Kata-kata dalam buku ini juga sering ditulis berulang.



Buku ini ada di toko buku Gramedia. Saya mau tau deh, siapa aja yang suka jajan buku dan rela bayar mahal? Kapan-kapan jalan sama saya ke toko buku, ya ....



#reviewbuku

#gramedia

#penerbitmayor

#demoistar